Home » Ringkasan Kotbah » Belajar Dari Kegagalan Petrus

Belajar Dari Kegagalan Petrus

Ringkasan Kotbah, 05 Juni 2011
Oleh : Pdt.Mexson Million

Mexson-MillionAyat Bacaan Yohanes 21 : 15 – 19

Seperti kita ketahui Petrus adalah murid Kristus yang sering mengalami kegagalan didalam mengiring Yesus, suatu ketika Yesus pernah menghardik Petrus “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mat 16:23) dan puncak kegagalan Petrus adalah tatkala ia menyangkal Yesus tiga kali pada saat peristiwa penyaliban Tuhan Yesus.

Pada ayat bacaan diatas (Yoh 21 : 15-19) ini di ceritakan dialog yang terjadi antara Tuhan Yesus dengan Petrus. Yesus secara khusus berbicara kepada Petrus agar ia mengalami pemulihan, tidak gagal lagi dan menjadi pribadi yang kuat bagai batu karang sehingga pada akhirnya ia mampu memikul tanggung jawab yang besar sebagaimana nubuat yang Yesus sampaikan bahwa pada akhirnya hidup Petrus akan memuliakan Allah.

Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari Petrus seorang yang sering gagal tetapi pada akhirnya menjadi pribadi yang luar biasa di pakai Tuhan :

1. BELAJAR MENGASIHI TUHAN (ayat 15)

Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”. Kita dapat melihat bahwa Yesus ingin agar Petrus belajar untuk mengasihi Dia dengan benar, mengasihi Allah dengan benar adalah mengasihi dengan segenap hati, jiwa dan akal budi kita (Mat 22:37), mengasihi Dia lebih dari segala sesuatu, mengutamakan Tuhan didalam segala hal sehingga orang-orang yang demikian akan menjadi pribadi yang tidak mudah gagal.

Untuk belajar mengasihi kitapun harus mengalami kasih itu sendiri yang bersumber dari Allah sebagaimana Petrus mengalami kasih Yesus dalam hidupnya. Tanpa kita mengalami kasih yang bersumber dari Yesus kita tidak akan mampu mengasihi dengan benar. Kita dapat melihat banyak orang berusaha mengasihi dengan kekuatannya tanpa belajar dan mengalami dari Allah pada akhirnya gagal, kecewa atau frustasi. Karena itu untuk belajar mengasihi datang kepada Allah di dalam Kristus Yesus dan alami kasihNya yang besar dan tanpa syarat bagi kita.

Bukti dari seorang yang mengasihi Allah adalah ketaatan, (Yoh 14:15) “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Jadi omong besar dan hanya bualan saja jika kita mengatakan mengasihi Allah tetapi tidak mau mentaati perintahNya. Kita melihat sejak perjumpaan pribadi dengan Yesus di pantai danau Tiberias hidup Petrus berubah, ia mampu belajar mengasihiNya karena ia mengalami kasih dari Kristus dan Petrus membuktikan kasihnya kepada Kristus dengan hidup dalam ketaatan sampai akhir hayatnya.

2. BELAJAR MENGGEMBALAKAN

Setelah mendengar jawaban dari Petrus bahwa ia sangat mengasihiNya lalu Yesus memerintahkan Petrus untuk Mengembalakan domba-domba Allah. Yesus ingin Petrus belajar menggembalakan jemaat yang akan di percayakan kepadanya, Yesus mempersiapkan Petrus sebagai seorang pemimpin yang harus bertanggung jawab untuk memelihara, merawat memberi makan jemaat Tuhan.

Demikian dengan kita jika kita berkata kita mengasihi Yesus kita juga harus belajar menggembalakan atau melayani orang-orang di sekitar kita dengan menyampaikan pengajaran yang benar, nasehati mereka yang hidup tidak taat, kuatkan mereka yang mengalami masalah/kesusahan dan sebagainya, ini semua sebagai bukti sungguh kita mengasihi Yesus.

Tiga hal yang harus kita perhatikan dalam menggembalakan/melayani menurut Petrus (1Petrus 5:2-3) :

  1. Jangan dengan paksa tapi dengan suka rela.
  2. Jangan dengan mencari untung tapi dengan pengabdian.
  3. Jangan sok memerintah tapi menjadi teladan.

3. BELAJAR BERTANGGUNG JAWAB

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus tiga kali juga Yesus bertanya “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” hal ini merupakan bentuk tanggung jawab yang Yesus ajarkan bukan hanya kepada Petrus tetapi juga bagi setiap kita anak-anakNya.

Setiap kita harus belajar mempertanggung jawabkan setiap perbuatan yang kita lakukan dengan menyelesaikannya secara tuntas sehingga sebagai pengikut Kristus kita tidak menjadi batu sandungan dan si jahatpun tidak akan pernah bisa lagi menuduh kita.

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu … (1Pet 3:15)

4. BELAJAR MENGENAKAN SALIB (ayat 18)

(Yoh 21:18) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”

Ayat diatas menunjukan bahwa Petrus seorang yang terus belajar menyalibkan dirinya, menghancurkan segala kedagingannya dengan mengikat pinggang tanda siap bekerja bagi Yesus sejak masa mudanya bahkan sampai masa tuanya ia rela mengulurkan tangannya untuk diikat dan mati bagi Kristus dengan di salib secara terbalik. (Mat 10:24) Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.

Tanda orang yang tersalib/menhancurkan manusia daging :

  1. Hidup untuk Kristus ~ (Gal 2:19) “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus”
  2. Hidup oleh Iman ~ (Gal 2:20) “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”
  3. Hidup oleh Roh ~ (Gal 5:24-25) “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh”

Incoming search terms:

    seperti apa pribadi petrus
by : Admin . June 7th, 2011 . Posted in : Ringkasan Kotbah

Leave a Reply

Barisan Pemenang GBI Misi Kasih
JL.Manngga Besar 4E No.24, Jakarta
Phone (021) 6291794, 98157313
Copyright © 2013 GBI Misi Kasih