Home » Ringkasan Kotbah » Menikmati Karya Kristus

Menikmati Karya Kristus

Mar
30
2012
by : Admin . Posted in : Ringkasan Kotbah

Ringkasan Kotbah, 25 Maret 2012
Oleh : Pdt.Sudirman Manalu

Menikmati Karya Kristus - Pdt.Sudirman Manalu

Ayat Bacaan: Lukas 22:39-46

Tidak seorangpun didunia ini tidak pernah merasa takut, rasa takut merupakan hukuman pertama ketika manusia jatuh dalam dosa (Kej 3:10). Sebagai manusia seringkali kita berusaha mengalahkan perasan takut yang datang tetapi justru rasa takut semakin menjadi.

Yesus mengerti semua itu sebagai manusia Yesus juga pernah mengalaminya. Peristiwa di taman Getsemani merupakan detik-detik terakhir dimana Yesus harus mengalahkan ketakutan yang amat sangat sampai-sampai keringatnya seperti titik-titik darah (Luk 22:44) dan Yesus mampu mengalahkannya.

Hal tersebut terjadi agar kita yang percaya tidak lagi di kuasai perasaan takut terhadap apapun juga, takut miskin, takut gagal atau takut akan maut sekalipun (Ibr 2:14-15) sehingga sungguh setiap kita dapat menikmati Karya dan Pengorbanan Kristus.

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (2Tim 1:7).

AGAR DAPAT MENIKMATI KARYA KRISTUS :

1.Menjadikan Doa sebagai Gaya Hidup

(Luk 22:39-41) Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa..

Yesus terbiasa berdoa pagi-pagi benar Ia sudah berdoa(Mark 1:35) untuk memulai hari-harinya, malam hari selesai melakukan tugas pelayanan Ia mencari tempat yang sunyi untuk berdoa Ia menjadikan doa sebagai gaya hidup.

Menjadikan doa sebagai gaya hidup berarti tidak ada alasan apapun untuk tidak berdoa, setiap saat, setiap waktu siap untuk berdoa, dalam keadaan apapun tetap berdoa seperti Yesus ketika di taman Getsemani dalam keadaan takut yang amat sangat justru Yesus semakin sungguh-sungguh berdoa tidak seperti murid-murid yang malah tidur.

2.Melepaskan Ego Kita Untuk Masuk dalam Rancangan Allah

(Luk 22:42) “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Hakekat dosa adalah ingin hidup menurut diri sendiri(egosentris) bukannya hidup menurut kehendak Tuhan. Adam hidup menurut egonya sehingga keluar dari rancangan Allah, tidak demikian dengan Tuhan Yesus.

Dalam doaNya Yesus sudah memberi teladan bagaimana Ia melepaskan Ego-Nya untuk hanya melakukan kehendak Bapa bukan kehendakNya. Terhadap tentara Roma Ia juga menyerahkan dirinya(egonya) karena tentara Roma rebah ke tanah saat ingin menagkapnya.

(Gal 2:20) namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

3.Jangan Menilai ikut Kristus sebatas Berkat Jasmani

(Luk 22:45) Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.

Murid-murid berdukacita karena salah mengerti tentang Yesus mereka berpikir Yesus akan menjadi Raja saat itu dan memimpin bangsa mereka terbebas dari penjajahan bangsa Romawi, tetapi kenyataannya Yesus harus menyerahkan diri untuk ditangkap.

Setiap kita hendaknya juga tidak salah konsep tentang hal mengikut Yesus agar dapat menikmati karya dan pengorbanan Kristus. Mengikut Kristus tidak sebatas berkat-berkat jasmani semata ada perkar-perkara yang lebih mulia dan bernilai kekal yang harus kita dapatkan.

AFFIRMASI

MENGHUBUNGKAN PENGORBANAN KRISTUS SEBATAS BERKAT JASMANI, SAMA DENGAN MENILAI KARYA KRISTUS SEBAGAI KARYA MURAHAN.

Leave a Reply

Barisan Pemenang GBI Misi Kasih
JL.Manngga Besar 4E No.24, Jakarta
Phone (021) 6291794, 98157313
Copyright © 2013 GBI Misi Kasih