Home » Ringkasan Kotbah » Kesatuan Mendatangkan Berkat

Kesatuan Mendatangkan Berkat

Jul
26
2011
by : Admin . Posted in : Ringkasan Kotbah

Ringkasan Kotbah, 24 Juli 2011
Oleh : Pdt.Budi Prayitno

Kesatuan Mendatangkan Berkat - Pdt.Budi Prayitno

Ayat Bacaan Kolose 3:12-15

Kesatuan merupakan jantungnya Gereja salah satu organ vital yang harus terpelihara dengan baik agar tetap sehat, satu bagian yang sangat serius yang harus sungguh-sungguh diperjuangkan sampai terwujud sehingga berkat yang Tuhan perintahkan tidak akan terhalang atas setiap kita sebagaimana Mazmur Daud katakan.

“…Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” …Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. (Maz 133:1-3)

Pada ayat Kolose 3:15b Paulus mengatakan “… untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh” hal ini merupakan kerinduan Yesus juga sehingga di dalam doanya Ia ingin setiap kita yang percaya kepadaNya menjadi satu (Joh 17:21). Tuhan ingin hidup kita, keluarga, pekerjaan, usaha, Gereja dan dalam segala aspek hidup kita diberkati, sebaliknya si iblis dengan segala cara berusaha memecah belah, menabur benih amarah, iri hati, kebencian dan segala nafsu daging agar berkat Allah bagi kita menjadi terhalang.

Tiga hal penting untuk membangun kesatuan diantara kita :

1.BERSEDIA DI KUDUSKAN (Ayat 12)

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. (Kol 3:12)

Hal pertama untuk membangun kesehatian/kesatuan antara kita dengan orang-orang di sekitar kita entah itu dengan suami atau istri di rumah, rekan kerja di kantor atau rekan pelayanan di Gereja adalah kita harus bersedia di kuduskan dan untuk mengalami pengudusan kita membutuhkan Allah karena Kekudusan adalah milik Allah dan pengudusan adalah pekerjaan Allah tanpa pertolongan Allah kita tidak akan pernah dapat hidup kudus.

Karena itu Sikap tulus dan rendah hati diperlukan agar hidup kita dapat di bersihkan oleh Allah, Contohnya Ayub yang akhirnya bersedia untuk merendahkan dirinya agar Allah dapat menguduskan hidupnya dari segala kesombongan meskipun awalnya ayub merasa dirinya benar dan tidak bersedia di bersihkan oleh Allah. Jadi tanpa sikap rendah hati proses pengudusan tidak pernah akan terjadi dalam hidup kita.

Yoh 15:2 mengatakan bahwa setiap kita harus berbuah dan terus dibersihkan (dikuduskan) agar berbuah banyak, jelas orang yang bersedia di kuduskan oleh Allah akan menghasilkan buah-buah Roh yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Gal 5:22-23) Sikap tersebut tentunya akan memudahkan setiap kita untuk membangun kesatuan seorang akan yang lain.

2. MENERIMA DAN MENERUSKAN KASIH ALLAH (Ayat 13-14)

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. (Kol 3:13-14)

Pengampunan adalah bukti seseorang hidup di dalam kasih, kita dapat melihat banyak sekali permasalahan dalam rumah tangga maupun Gereja berakhir pada perpecahan hal ini biasanya diakibatkan ketidak mampuan kita untuk mengampuni bahkan sebaliknya kita membiarkan diri kita terus hidup dalam kepahitan hal tersebut dimanfaatkan si iblis untuk memperalat kita menjadi sumber perpecahan bahkan mungkin kita menjadi biang kekacauannya entah dalam keluarga, Gereja maupun komunitas lainnya.

Ibr 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

Nah… hal kedua agar dapat membangun kesatuan kita harus bersedia menyatakan kasih Allah dalam hidup kita bersama, tentunya untuk dapat mengasihi kita harus menerima dan mengalami Kasih Allah tanpa pengalaman tersebut kita tidak akan mampu mengasihi orang lain dengan tulus. Jadi jika kita tidak bisa mengampuni orang yang melakukan kesalahan terhadap kita, hal ini dapat menjadi bukti bahwa sesungguhnya kita belum mengalami Kasih Allah bagaimana mungkin kesatuan dapat tercipta jika sikap kita masih seperti itu.

3. DAMAI SEJAHTERA ALLAH SAJA YANG MEMERINTAH (Ayat 15)

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.(Kol 3:15)

Seorang yang hidup dalam damai sejahtera Allah akan selalu bisa mengucap syukur didalam segala keadaan entah saat dia senang maupun saat mengalami masalah yang berat sekalipun. Damai sejahtera Allah yang memerintah dalam hatinya tersebut bukan hanya akan mempengaruhi hidupnya tetapi juga akan mempengaruhi orang-orang di sekitar dia sehingga tentunya berdampak positif kepada suatu hubungan yang lebih baik.

Oleh karena itu kita harus waspada ketika kita sudah tidak bersyukur lagi mungkin saat kita memperoleh sesuatu yang mungkin tidak sesuai harapan. Apalagi sikap merasa tidak puas di sertai persungutan hal tersebut tentu akan membuat damai sejahtera Allah tidak memerintah lagi dalam hati kita. Kita akan seperti bangsa israel yang selalu bersungut-sungut, selalu merasa tidak puas padahal Tuhan selalu mencukupi keperluan mereka. Bagaimana mungkin orang seperti itu dapat membangun kesatuan ditengah-tengah jemaat Tuhan.

KESIMPULAN : Kita harus perjuangkan kesatuan agar Gereja dan hidup kita di berkati, jangan bermimpi Gereja dan hidup kita akan di berkati jika masih tidak bisa sehati.

(ditulis ulang oleh : Team MisiKasih.Org)

Incoming search terms:

    gambar roh kudus,khotbah tentang kesatuan jemaat,Khotbah Kesatuan Hati,Khotbah tentang kesatuan hati,bahan khotbah kesatuan,kotbah tentang kesatuan,khotbah kristen ttg kesatuan jemaat,khotbah kristen tentang kesatuan,khotbah kesatuan,ilustrasi khotbah kristen tentang kesatuan,khotbah tentang berkat,ilustrasi khotbah kesatuan,renungan tentang kesatuan,khotbah kristen mazmur 133,kesatuan didalam Kristus mendatangkan berkat,khotbah mazmur 133,khotbah rumah tangga kristen,khotbah tentang kesatuan,khotbah tentang kesatuan gereja,berkat dalam kesatuan

Leave a Reply

Barisan Pemenang GBI Misi Kasih
JL.Manngga Besar 4E No.24, Jakarta
Phone (021) 6291794, 98157313
Copyright © 2013 GBI Misi Kasih